Bersama Melahirkan Generasi Muda ‘Salafi’ Yang Berprestasi

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-Rahiimahullah-, sebagaimana dikutip pengarang kitab Kun Salafiyan álal Jaddah, Syaikh Abdussalam As Suhaimi pernah berkata :

Tidak tercela orang yang menunjukkan manhaj salaf, menisbatkan dan menyandarkan diri kepadanya, bahkan wajib menerimanya, karena manhaj salaf tidak lain adalah kebenaran

Siapakah Salaf?

Salaf menurut para ulama adalah sahabattabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in). Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan salafush sholih (orang-orang terdahulu yang sholih). Merekalah tiga generasi utama dan terbaik dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,”Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.”  (HR. Ahmad, Ibnu Abi ’Ashim, Bukhari dan Tirmidzi). Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam telah mempersaksikan ’kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syari’at Allah, semangat mereka berpegang teguh pada sunnah beliau shallallahu ’alaihi wa sallam.  (Lihat Al Wajiz fii Aqidah Salafish Sholih dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi)

Setelah jelas definisi mengenai siapakah yang disebut salaf ini, kita tentunya memaklumi, bahwa generasi salaf ini, merupakan generasi manusia terbaik dan tersukses yang pernah hadir di muka bumi,tidak hanya saat mereka hadir raganya di dunia -mereka menjadi penguasa dunia saat itu- namun untuk urusan akherat, Allah menjamin surga untuk mereka.

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ

Tipe keberhasilan dan kesuksesan seperti yang dilakukan para sahabat –radhiyallahu ta’ala ‘anhum ajma’in- merupakan sebuah prestasi yang hakiki, sebuah kemenangan paripurna, yang pantas ditiru oleh generasi setelahnya. Sehingga pantas dipelajari apa saja faktor-faktor penyebab keberhasilan mereka, dan apakah mungkin di duplikasi oleh manusia saat ini.

Ternyata, jawaban dari hal tersebut adalah mungkin, dengan syarat semua upaya dan usaha yang mereka lakukan dahulu, kembali dilakukan oleh manusia saat ini, sebisa mungkin di –copy paste– hal-hal penyebab datangnya prestasi dan kejayaan mereka, para sahabat –radhiyallahu ta’ala ‘anhum ajma’in-.

Insya Allah, kami di SDI As-Salaf Tahfidzul Qurán, berharap dan berazzam dengan menisbatkan lembaga kami kepada Salaf, merupakan salah bentuk doa usaha dalam meniti jejak langkah mereka agar menghasilkan generasi muda berprestasi sebagaimana layaknya mereka, berjaya di dunia dan kelak bahagia di surga. Aamiin.[ABH]