Iman sebagai sebagai Pondasi Pendidikan Anak

Bismillah.

Syekh Abdurrazzaq bin Muhsin Al Abbad mengatakan dalam bukunya, Fikih Asmaul Husna, “Bangunan memiliki pondasi, dan pondasi agama ini adalah iman kepada Allah dan kepada nama-nama serta sifat-sifatNya, jika pondasi kuat dia akan dapat menopang bangunan kokoh selamat dari guncangan dan kerobohan.”

Iman kepada Allah dan kepada nama dan sifat-Nya merupakan pondasi pendidikan anak, sebagai ilustrasi, untuk membangun sebuah gedung pencakar langit perlu pondasi yang lebih kuat dibandingkan bila membangun sebuah rumah sederhana. Demikian pula bila menginginkan seorang anak menjadi anak yang bertaqwa dan berbakti kepada orang tua, tentunya membutuhkan dasar dan usaha yang lebih dibandingkan bila mengharapkan seorang seorang anak menjadi manusia pada umumnya.

Sehingga apabila pondasi tersebut diibaratkan sebagai ‘iman’, maka iman harus menjadi hal pertama yang perlu diajarkan kepada anak anak usia dini, baik di rumah maupun di sekolah. Itulah urutan atau prioritas pembelajaran.

Lalu di dalam lanjutan kitabnya, Syaikh Abdurrazzaq-hafizhahullah– mengutip perkataan Ibnul Qayyim al Jauziy –rahimahullah-, “Barangsiapa yang menghendaki bangunan yang tinggi. Maka diharuskan baginya agar menguatkan pondasi. Dan harus benar-benar memperhatikannya. Sebab ketinggian bangunan tergantung pada kokoh dan kuat nya suatu pondasi.”

Soal ini Ibnul Qayyim al Jauziy mengumpamakan amal sebagai bangunan dan iman sebagai fondasinya, “Amal dan derajat adalah bangunan sedangkan pondasinya adalah Iman. Apabila pondasinya kuat dia dapat memikul bangunan dan meninggikannya. Meskipun bangunan itu roboh maka bisa dengan mudah memperbaikinya.

Sebaliknya jika pondasi tidak kuat maka tidak akan tinggi bangunannya dan tidak akan kokoh.

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Surat At-Taubah, Ayat 109).

“Orang bijak memiliki target yaitu membenarkan fondasi dan menguatkannya. Sedangkan orang jahil adalah orang yang meninggikan bangunan tanpa mempedulikan pondasi. Sehingga tidak berselang lama bangunan itu akan roboh” [Al Fawaid hal 175, dikutip dari kitab, Fikih Asmaul Husna. DR. Abdurrazzaq bin Muhsin Al Abbad].

Mari kita simak ucapan seorang sahabat mulia, Jundub bin Abdillah Al Bajali –radhiyallahu ‘anhu-, yang sedari kecil telah menimba ilmu dari Rasulullah Muhammad Shalallahu álaihi wassallam, yang ucapannya ini menjadi petunjuk penting mengenai pondasi dalam mendidik anak-anak.


كُنَّا غِلۡمَانًا حَزَاوِرَةً مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَتَعَلَّمَنَا الۡإِيمَانَ قَبۡلَ الۡقُرۡآنِ، ثُمَّ تَعَلَّمَنَا الۡقُرۡآنَ، فَازۡدَدۡنَا بِهِ إِيمَانًا وَإِنَّكُمُ الۡيَوۡمَ تَعَلَّمُونَ الۡقُرۡآنَ قَبۡلَ الۡإِيمَانِ

Dulu kami adalah anak-anak kecil yang sudah cukup kuat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, kami pun mempelajari iman sebelum Al Quran, kemudian kami mempelajari Al Quran (setelah itu). Maka, semakin bertambahlah iman kami. Sementara kalian di hari ini, kalian mempelajari Al Quran sebelum iman.” [H.R. Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah].

Dari hadist ini, semakin jelaslah, apa yang harus didahulukan dalam mendidik anak-anak, tanamkan kecintaan mereka kepada penciptanya , Allah –azza wa jalla-, kenalkan mereka akan besar-Nya kekuasaan Allah , luasnya rahmat Allah, sehingga akan membimbing mereka mampu melakukan kebaikan demi kebaikan yang bermuara pada tumbuhnya mereka kelak menjadi anak yang bertaqwa dan pastinya akan membanggakan orang tuanya, dan mudah-mudahan mampu memberikan mahkota di surga kelak kepada ayah bundanya.[BAH]

Referensi :

  • abanaonline.com
  • ismailibnuisa.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *